Kamis, 24 Oktober 2013

Pengertian puisi menurut beberapa ahli




1.      John Keats
Puisi adalah suatu usaha untuk membaca indah atau subline tanpa gurdon dari membayangkan narasi proses pemikiran atau logis. Dia tidak menyiratkan puisi  yang tidak masuk akal atau tidak memiliki narasi.

2.      William Wordsworth (Situmorang, 1980:9)
Puisi adalah peluapan yang spontan dari perasaan-perasaan yang penuh daya, memperoleh asalnya dari emosi atau rasa yang dikumpulkan kembali dalam kedamaian.

3.      Paul Valery
Puisi adalah seni didasarkan pada bahasa, namun puisi memiliki makna yang lebih umum yang  sulit untuk menentukan karena kurang menentukan; puisi juga mengungkapkan keadaan pikiran tertentu.

4.      Aristoteles
Fragmen yang ada 'penyair Aristoteles adalah menggambarkan tiga genre puisi adalah epik, komik,  yang tragis dan mengembangkan aturan untuk membedakan puisi kualitas tertinggi setiap genre,  berdasarkan tujuan yang mendasari genre.

5.      Carol sebuah Duffy
Puisi adalah pakaian perasaan: karya sastra darimana kata-kata tampaknya dibuat khusus dari memori atau keinginan.

6.      Lawrence Ferlinghetti, san Fransiscokronik.
Puisi adalah sofa penuh dengan penyanyi buta  yang telah menyisihkan mereka peduli. Puisi adalah suara musim panas di tengah hujan orang tertawa di balik jendela menutup jalan sempit.

7.      Robert Pinsky
Puisi adalah seni kuno atau teknologi; lebih tua dari komputer,  lebih tua dari cetak, lebih tua dari menulis memang, meskipun beberapa mungkin menemukan ini mengejutkan jauh lebih tua dari prosa. Saya menganggap bahwa teknologi puisi, dengan menggunakan tubuh manusia sebagai  media perantara, berevolusi untuk keperluan spesifik;  untuk menahan hal dalam memori, baik dalam maupun di luar rentang kehidupan individu, untuk mencapai intensitas dan daya tarik sensual.

8.      Putu Arya Tirtawirya (1980:9)
Puisi merupakan ungkapan secara implisit dan samar, dengan makna yang tersirat, di mana kata-katanya condong pada makna konotatif.

9.      A. Samad Said
Puisi pada hakikatnya adalah satu pernyataan perasaan dan pandangan hidup seorang penyair yang memandang sesuatu peristiwa alam dengan ketajaman perasaannya. Perasaan yang tajam inilah yang menggetar rasa hatinya, yang menimbulkan semacam gerak dalam daya rasanya. Lalu ketajaman tanggapan ini berpadu dengan sikap hidupnya mengalir melalui bahasa, menjadilah ia sebuah puisi, satu pengucapan seorang penyair.

10.  Edgar Allan Poe
Puisi adalah adalah ciptaan tentang sesuatu keindahan dalam bentuk berirama. Citarasa adalah unsur yang diutamakan. Hubungan dengan budaya intelek atau dengan suara hati hanya merupakan hubungan yang selari. Jika bukan secara kebetulan, ia tidak ada kena mengena langsung sama ada dengan tugasnya atau dengan kebenaran.

11.  H. B. Jassin
Puisi adalah pengucapan dengan perasaan yang didalamnya mengandungi fikiran-fikiran dan tanggapan-tanggapan.

12.  Ralph Waldo Emerson (Situmorang, 1980:8)
Puisi mengajarkan sebanyak mungkin dengan kata-kata sesedikit mungkin.

13.  Waluyo (2005:1)
Puisi adalah karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat dan diberi irama dengan bunyi yang padu dan pemilihan kata-kata kias (imajinatif).

14.  Theodore Watts-Dunton
Puisi itu merupakan pemikiran manusia secara konkret dan artistik dalam bahasa emosional serta berirama. Misalnya, dengan kiasan, dengan citra-citra, dan disusun secara artistik (misalnya selaras, simetris, pemilihan kata-katanya tepat, dan sebagainya), dan bahasanya penuh perasaan, serta berirama seperti musik (pergantian bunyi kata-katanya berturu-turut secara teratur).

15.  Edwin Arlington Robinson
Puisi adalah bahasa yang menyampaikan sesuatu yang sukar hendak dinyatakan, tidak kira sama ada puisi itu benar atau sebaliknya.

16.  Muhammad Hj. Salleh
Puisi merupakan bentuk sastra yang kental dengan muzik bahasa serta kebijaksanaan penyair dan tradisinya. Dalam segala kekentalan itu, maka puisi setelah dibaca akan menjadikan kita lebih bijaksana.

17.  Samuel Taylor Coleridge
Puisi itu adalah kata-kata yang terindah dalam susunan terindah. Penyair memilih kata-kata yang setepatnya dan disusun secara sebaik-baiknya, misalnya seimbang, simetris, antara satu unsur dengan unsur lain sangat erat berhubungannya, dan sebagainya.

18.  Carlyle
Puisi merupakan pemikiran yang bersifat musikal. Penyair menciptakan puisi itu memikirkan bunyi-bunyi yang merdu seperti musik dalam puisinya, kata-kata disusun begitu rupa hingga yang menonjol adalah rangkaian bunyinya yang merdu seperti musik, yaitu dengan mempergunakan orkestra bunyi.

19.  Wordsworth
Puisi adalah pernyataan perasaan yang imajinatif, yaitu perasaan yang direkakan atau diangankan. Adapun Auden mengemukakan bahwa puisi itu lebih merupakan pernyataan perasaan yang bercampur-baur.

20.  Shelley
Puisi adalah rekaman detik-detik yang paling indah dalam hidup. Misalnya saja peristiwa-peristiwa yang sangat mengesankan dan menimbulkan keharuan yang kuat seperti kebahagiaan, kegembiraan yang memuncak, percintaan, bahkan kesedihan karena kematian orang yang sangat dicintai. Semuanya merupakan detik-detik yang paling indah untuk direkam.
Pengertian puisi menurut saya, puisi adalah karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat, dan diberi irama dengan bunyi yang padu dan pemilihan kata-kata kias. Puisi juga adalah ungkapan perasaan dari pembuat puisi tersebut. Melalui puisi seseorang dapat menggambarkan suasana hatinya.
Contoh puisi:
Termenung di Ujung  Senja
Sang surya telah menuju peraduannya
Meninggalkan kesan hitam setelahnya
Tinggallah cahaya di ufuk barat saja
Para burung telah kembali ke sarangnya
Setelah membawa sejuta cerita
Kucoba resapi perlahan
Takdir hidup yang terus berjalan
Dan berputar bagaikan roda
Kadang kala di atas dan kadang kala di bawah
Ku termenung di kesunyian
Singgah di alam lamunan
Kucoba menerawang masa depan
Masa di mana ku harus menentukan
Tujuan hidup yang sebenarnya
Membuka cakrawala kehidupan yang nyata
Tiba-tiba ku termenung memikirkan dosa
Entah berapa banyak dosa yang kulakukan
Sampai aku telah melupakan
Dalam kalbu ku berdo’a
Semoga Tuhan mengampuni hamba
Kegelapan tiba-tiba menyadarkan
Sang surya telah benar-benar hilang
Ternyata senja telah berubah jadi petang
Kucoba bangkit dari persinggahan
Dan kembali bertasbih mengingat Tuhan

Selasa, 22 Oktober 2013

Adik ku Malang

Disudut jalan aku melihatnya duduk termenung sambil memegang perutnya yang keroncongan. Hatiku tersentuh untuk menolongnya tapi saat itu aku ada latihan. Terkadang ku berfikir mengapa yang kecil selalu dilecehkan ?, sedangkan yang kaya malah diistimewakan. Sesampai di tempat latihan fikiranku galau, aku masih memikirkan anak jalanan yang tadi.
“kamu kenapa, kamu sakit yah?“ tanya anty teman karateku
“oh aku tidak apa-apa“ jawabku
“tapi kamu kelihatan resah?“
“aku baik-baik aja kok “
Esoknya aku menemui anak jalanan itu dan ku bawa ke warung untuk makan siang. Aku melihat kegembiraan di wajahnya, aku berkata dalam hati andaikan aku punya adik tidak akan kubiarkan menderita. Aneh,,,ke mana sebenarnya orang tua anak ini ? kok,,dia tidak bertanggung jawab?
“adik, orang tua mu ke mana?“ kataku kepada anak jalanan itu.
“Oh...dia udah lama pergi kak, waktu itu aku lagi tidur di koridor eh tau-taunya dia ninggalin aku“
“adik, kamu tidak takut sendiri?“
“takut sih kak tapi, itu kan udah takdir“
Aku kagum melihat anak ini walaupun dia sendiri tapi dia tetap memiliki semangat hidup, padahal dia masih kecil. Temanku saja yang sudah dewasa sudah sering mencoba kabur dari rumah karena tidak tahan akan cobaan dari Allah. Dunia sudah terbalik.
Selesai makan aku membawa anak itu ke rumah, orang tuaku senang melihat anak itu.
“aisyah, jadi ini anak yang selalu kamu cerita ke ibu?“
“iya ibu, namanya Abhi, ibunya sudah lama pergi“
“ibunya ke mana?“
“entahlah bu, mungkin dia tidak bisa membiayai anaknya lagi“
“astaga tega yah ibunya“
“itulah bu, kalau bukan kita yang menolongnya siapa lagi“
Aku dan ibuku berencana ingin mengambil anak itu sebagai anak angkat di rumah ini. Tapi Abhi ( anak jalanan ) itu tidak menyetujui. Dia lebih suka hidup di jalanan, apalagi dia merasa tidak adil karena masih banyak anak jalanan di luar sana yang tidak mendapat pertolongan dari dermawan. Aku makin sayang kepadanya, ternyata walaupun dia lagi kesusahan tapi dia masih sempat memikirkan nasib teman-temannya.
“ya udah, kalau kamu tidak mau tinggal sama kakak tidak apa-apa kok. Tapi, kakak masih bisa kan main sama kamu?“ kataku dengan sedikit perasaan sedih.
“iya kak, bukannya aku menolak niat baik kakak tapi aku Cuma tidak  mau dibilang egois. Kalau aku menerima tawaran kakak ntar apa kata teman-temanku “
“tidak apa-apa kok dik, kakak ngerti, tapi kamu harus jaga diri yah“
“siap kakakku, aku kan superman jadi bisa dong jaga diri“ jawabnya sambil tertawa
Hatiku lega melihat anak ini tertawa. Setelah ngobrol panjang lebar Abhi pun pulang. Aku janji dengan dia setiap pulang kuliah aku pasti ke tempatnya bermain. Betapa bahagia raut wajahnya mendengar janjiku itu.
“terima kasih kak karena kakak adalah orang pertama yang menghargai aku, walaupun aku seorang anak jalanan. Aku yakin pasti kakak adalah malaikat yang di kirim Allah buat menolongku dan mengabulkan semua doa-doaku.
“kakak selalu ada buat kamu adikku malang“
Di kampus aku menceritakan hal ini ke sahabatku. Dia turut prihatin mendengar ceritaku sekaligus kagum, karena ternyata masih ada orang yang seperti Abhi, walaupun dia kesusahan tapi masih memikirkan nasib temannya. Kita semua kan tahu kalau sekarang zaman sudah modern,sebagian orang hidup secara individualisme. Tapi nyatanya masih ada yang hidup gotong-royong.
“Tuhan sungguh adil karena telah mengirimmu untuk menolong anak itu, kau adalah malaikat aisyah“ puji asma
“udah deh asma, tidak usah lebay“
“aku memujimu sist, kok gak senang sih“
“kamu tahu kan kalau aku dipuji aku langsung pengen ditraktir“
“ih payah kamu, maunya kamu yang traktir aku“
“maunya, ngarep“
Kami tertawa bareng sambil mengejek-ejek. Sore ini kami rencana pengen ke tempat Abhi, sebelum ke sana kami ke perpustakaan dulu. Malaikat kan harus kerja tugas juga. Aku mengingatkan Asma untuk beli makanan sebelum ke tempat Abhi. Bagusnya beli apa yah ?, sementara berfikir aku gangguin Asma yang lagi serius kerja tugas.
“apaan sih ? ganggu deh“ kata Asma sambil melotot
“kamu cantik juga kalau lagi kerja tugas“
“gombal, bilang saja kalau mau dikerjain tugasnya“
“menurut kamu makanan apa yang bagus untuk menu kita nanti?“
“sok kamu, bicara menu lagi !, bagusnya kita beli bakso saja“
“bagus juga ide mu, kebetulan aku lagi pengen makan bakso“
Pulang dari perpustakaan aku dan Asma langsung beli bakso. Sampainya di pinggir jalan aku memanggil Abhi, pas di tengah jalan ada mobil dengan kecepatan tinggi langsung menabrak Abhi.
              Abhiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
Aku mendekati Abhi, badannya penuh dengan darah. Aku membawanya ke rumah sakit, sesampainya di sana Abhi tidak dapat tertolong lagi. Hatiku hancur, adik yang selama ini kusayang telah pergi. Mengapa tuhan begitu cepat mengambilnya? apa karena dia terlalu baik? Abhiku sayang walaupun kamu telah pergi tapi kakak akan selalu mengingatmu. Setiap lebaran idul filtri dan idul adha aku sekeluarga menziarahi kuburan Abhi. Entah mengapa saat aku berada di kuburan Abhi, aku selalu merasa kehilangan. Ternyata cinta itu tidak hanya buat orang tua, kekasih dan sahabat tapi cinta juga bisa diberikan kepada anak jalanan, bergantung pada karakter seseorang.

Senin, 21 Oktober 2013

Perbedaan Fiksi Serius dan Fiksi Populer





Menurut Robert Stanton, bahwa fiksi serius bermaksud menyajikan pengalaman kemanusiaan melalui fakta-fakta, tema-tema, dan sarana-sarana kesastraan. Untuk memahami dan menikmatinya, terkadang harus dilakukan semacam analisis terhadap bagian-bagian tersebut dan relasi-relasinya satu sama lain. Fiksi populer sepertinya tidak berbeda, fiksi populer juga bermaksud menyajikan pengalaman kemanusiaan. Hanya saja, tidak diperlukan perlakuan-perlakuan khusus atau analisis-analisis untuk memahami fiksi populer.
            Novel populer adalah novel yang memiliki masanya dan penggemarnya. khususnya kalangan remaja. Memang menampilkan masalah aktual dan sezaman, tapi hanya permukaannya saja. Ceritanya tidak menampilkan kehidupan secara intens dan meresap. Untuk itu, novel populer akan cepat ketinggalan jaman. Ciri-ciri yang tampak dalam novel populer adalah tokoh-tokoh yang kaya, tampan, cantik, dicintai, dikagumi, serta sanggup mengatasi segala masalah dengan cepat. Unsur cerita seperti plot, tema, karakter, dan latar dalam novel populer, biasanya bersifat stereotip, hanya begitu-begitu saja. Tujuannya adalah memudahkan pembaca untuk menikmati cerita atau sekedar mendapatkan hiburan. Contohnya adalah novel berjudul Ayat-Ayat Cinta karya Habiburrahman El Shirazy. Sekilas novel itu menceritakan tentang seorang lelaki bernama Fahri yang sedang menempuh kuliahnya di Al-Azhar. Ketika akan melakukan perjalanan menuju Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq yang terletak di Shubra El-Kaima ujung utara kota Cairo, Maria memanggil Fahri dan titip untuk dibelikan disket. Maria adalah puteri sulung Tuan Boutros Rafael Girgis. Berasal dari keluarga besar Girgis. Sebuah keluarga Kristen Koptik yang sangat taat.
            Di dalam metro Fahri tidak mendapatkan tempat duduk. Ia berkenalan dengan seorang pemuda mesir bernama Ashraf yang juga seorang Muslim. Mereka bercerita tentang banyak hal. Tak lama kemudian, ada tiga orang bule yang berkewarganegaraan Amerika (dua perempuan dan satu laki-laki) naik ke dalam metro. Satu diantara dua perempuan itu adalah seorang nenek yang kelihatannya sudah sangat lelah yang membutuhkan tempat duduk. Akhirnya Aisha memberikan tempat duduknya kepada nenek tersebut.
            Disinilah awal perdebatan itu terjadi. Mereka mengeluarkan berbagai umpatan kepada Aisha dan ia pun hanya bisa menangis. Kemudian Fahri berusaha untuk meredakan perdebatan itu. Di Mesir Fahri tinggal bersama dengan keempat orang temannya yang juga berasal dari Indonesia, yaitu Saiful, Rudi, Hamdi, dan Misbah. Maria adalah seorang gadis Mesir yang manis dan baik budi pekertinya. Maria itu seorang non-muslim, namun ia mampu menghafal surat Al-Maidah dan surah Maryam. Suatu ketika keluarga Pak Boutros mengajak Fahri dan teman-temannya untuk makan malam di tepi sungai Nil kebanggaan kota Mesir, Madame Nahed meminta Fahri untuk mengajak Maria berdansa karena Maria tidak pernah mau di ajak berdansa. Fahri menolaknya dengan alasan Maria bukan mahramnya.
            Fahri juga mempunyai tetangga yang bernama Bahadur. Ia bersikap kasar kepada siapa saja bahkan dengan istrinya madame Syaima dan putri bungsunya Noura. Bahadur dan istrinya mempunyai tiga orang putri, Mona, Suzanna, dan Noura. Mona dan Suzanna berkulit hitam namun tidak halnya dengan Noura, dia berkulit putih dan berambut pirang.
            Suatu malam Bahadur menyeret Noura ke jalanan dan punggungnya penuh dengan luka cambukan. Fahri meminta bantuan Maria. Malam itu Noura menginap di rumah keluarga Boutros. Besoknya Fahri membawa Noura untuk menginap di rumah Nurul. Fahri dan Maria berusaha mencari tahu siapa keluarga Noura sebenarnya. Mereka yakin Noura bukanlah anak Bahadur dan Madame Syaima. Akhirnya benar, Noura bukanlah anak mereka. Noura yang malang itu akhirnya bisa berkumpul bersama orang-orang yang menyayanginya. Sekarang Fahri terfokus pada ujian yang sangat menentukan. Jika proposalnya ditolak maka ia harus menunggu setengah tahun lagi untuk mengajukan proposal baru.
            Aisha mulai jatuh cinta pada Fahri. Ia meminta pamannya Eqbal untuk menjodohkannya dengan Fahri. Aisha telah mengenal Fahri dan Fahri juga telah mengenalnya. Eqbal banyak cerita tentang keluarganya. Fahri pun telah cerita banyak pada Eqbal. Tentang keluarganya yang miskin. Tentang bagaimana Fahri datang ke Mesir dengan menjual sawah warisan kakek. Harta satu-satunya yang dimiliki keluarga. Tentang awal-awal di Mesir yang penuh derita. Tak ada beasiswa. Tak ada pemasukan. Melalui bantuan Syaik Utsman, Fahri pun bersedia untuk menikah dengan Aisha.
            Kira-kira setengah jam sebelum azan ashar berkumandang, Sarah Ali Faroughi, memberi tahu semuanya telah siap. Fahri minta tolong pada Eqbal agar bisa melihat wajah Aisha sebelum berangkat. Tepat saat adzan ashar berkumandang mereka sampai di masjid tempat akad nikah akan dilangsungkan. Sudah banyak teman-teman mahasiswa Indonesia dan mahasiswa Turki yang sampai di sana. Aisha dan dua bibinya langsung menuju lantai dua tempat jamaah wanita. Acara dilangsungkan di depan mihrab masjid. Syaikh Ustman, Syaikh Prof.Dr. Abdul Ghafur Ja’far, Bapak Atdikbud, Eqbal Hakan Erbakan, Akbar Ali dan beberapa syaikh Mesir yang diundang Syaikh Ustman duduk dengan khidmat tepat di depan mihrab menghadap ke arah jamaah dan hadirin yang memenuhi masjid. Rupanya saat shalat Jum’at tadi telah diumumkan akan ada acara akad nikah antara mahasiswa Indonesia dan muslimah Turki, sehingga orang Mesir yang ada di sekitar masjid penasaran dan masjidpun penuh. Fahri duduk di sebelah kanan Akbar Ali.
            Mendengar kabar pernikahan Fahri, Nurul menjadi sangat kecewa. Paman dan bibinya sempat datang ke rumah Fahri untuk memberitahu bahwa keponakannya sangat mencintai Fahri. Namun terlambat, Fahri akan segera menikah dengan Aisha. Malang benar nasib Nurul. Fahri dan Aisha memutuskan untuk berbulanmadu menyewa flat di pinggir sungai Nil.
            Sepulang dari bulanmadunya, Fahri mendapat kejutan dari Maria dan Yousef. Maria dan adiknya itu datang ke rumah Fahri untuk memberikan sebuah kado pernikahan. Namun Maria tampak lebih kurus dan murung. Memang saat Fahri dan Aisha menikah, keluarga Boutros sedang pergi berlibur. Begitu mendengar Fahri telah menjadi milik wanita lain dan tidak lagi tinggal di flat, Maria sangan terpukul.
            Kebahagiaan Fahri dan Aisha tidak bertahan lama, karena Fahri harus menjalani hukuman di penjara atas tuduhan pemerkosaan terhadap Noura. Fahri dibawa ke markas polisi Abbasca. Fahri diinterogasi dan dimaki dengan kata-kata kotor. Fahri dituduh memperkosa Noura hingga hamil hampir tiga bulan. Noura teramat luka hatinya saat Fahri memutuskan untuk menikah dengan Aisha. Di persidangan, Noura yang tengah hamil itu memberikan kesaksian bahwa janin yang dikandungannya adalah anak Fahri. Pengacara Fahri tidak dapat berbuat apa-apa, karena ia belum memiliki bukti yang kuat untuk membebaskan kliennya dari segala tuduhan. Fahri pun harus mendekam di penjara selama beberapa minggu.
            Satu-satunya saksi kunci yang dapat meloloskan Fahri dari fitnah kejam Noura adalah Maria. Marialah yang bersama Noura malam itu yaitu malam yang Noura sebut dalam persidangan sebagai malam di mana Fahri memperkosanya. Maria sedang terluka lemah tak berdaya. Luka hati karena cinta yang bertepuk sebelah tangan membuatnya jatuh sakit. Atas desakan Aisha, Fahri pun menikahi Maria. Pernikahan itu berlangsung di rumah sakit. Aisha berharap dengan mendengar suara dan merasakan sentuhan tangan Fahri, Maria tersadar dari koma panjangnya. Aisha berharap agar harapannya menjadi kenyataan.
            Akhirnya Maria dapat membuka matanya dan bersedia untuk memberikan kesaksian di persidangan. Fahri pun terbebas dari tuduhan Noura. Dengan kata lain, Fahri dapat meninggalkan penjara yang mengerikan itu. Takbir bergemuruh di ruang pengadilan itu dilantunkan oleh semua orang yang membela dan simpati pada Fahri. Seketika Fahri sujud syukur kepada Allah Swt. Aisha memeluk Fahri dengan tangis bahagia tiada terkira. Paman Eqbal dan Bibi Sarah tidak mampu membendung airmatanya. Syaikh Ahmad dan Ummu Aiman juga sama. Satu persatu orang Indonesia yang ada di dalam ruangan itu memberi selamat dengan wajah baru.
            Noura menyesal atas perbuatan yang dilakukannya. Dengan jiwa besar  Fahri memaafkan Noura. Terungkaplah bahwa ayah dari bayi dalam kandungan Noura adalah Bahadur. Fahri, Aisha, dan Maria mampu menjalani rumah tangga mereka dengan baik. Aisha menganggap Maria sebagai adiknya, demikian pula Maria yang menghormati Aisha selayaknya seorang kakak.
            Maria tiba-tiba ingin masuk surga. Akhirnya Fahri membantu Maria dengan cara mengambilkan air untuk berwudlu. Dengan sekuat tenaga Fahri membopong Maria yang kurus kering itu menuju kamar mandi. Aisha juga membantu membawakan tiang infus. Dengan tetap dibopong oleh Fahri, Maria diwudhui oleh Aisha. Setelah selesai, Maria kembali dibaringkan di atas kasur seperti semula. Lalu dengan suara lirih yang keluar dari relung jiwa ia mengucapkan syahadat. Ia tetap tersenyum. Perlahan pandangan matanya redup. Tak lama kemudian kedua matanya yang bening itu tertutup rapat.
            Fahri memegang tangannya dan denyut nadinya telah berhenti. Tidak ada yang menduga jika maut akhirnya merenggut Maria. Maria menghadap Tuhan dengan menyungging senyum di bibir. Wajahnya bersih seakan diselimuti cahaya. Kata-kata yang tadi diucapkannya denagn bibir bergetar itu kembali terngiang ditelinga Fahri. Namun Maria sangat beruntung karena sebelum ajal menjemputnya, ia telah menjadi seorang mu’alaf dengan bantuan Fahri dan Aisha.
Novel tersebut lebih mudah dipahami, karena karakter tokoh digambarkan dengan jelas, selain itu novel Ayat-Ayat Cinta ini juga tidak menyulitkan kita untuk mengetahui inti dari permasalahan, novel ini sedikit berlebihan karena tokoh utama dicintai oleh banyak gadis sehingga dia menjadi rebutan para gadis. Novel Ayat-ayat cinta ini hanya populer di masanya, seperti yang kita lihat saat ini novel Ayat-ayat Cinta telah jarang dibicarakan karena adanya karya-karya Habiburrahman yang baru dan membuat pembaca beralih membaca novel terbaru beliau seperti novel Bumi Cinta yang sedang best seller di toko buku.
Lain halnya dengan fiksi serius. Fiksi serius mengajak  pembaca untuk menafsirkan dengan bekal intelektualnya. Untuk membaca fiksi serius diperlukan kemauan dan daya konsentrasi yang tinggi. Pengalaman kehidupan dihayati hingga menemukan nilai-nilai yang universal. Selain, memberikan pengalaman yang berharga, fiksi serius mengajak pembaca untuk merenungkan dan meresapi permasalahan secara sungguh-sungguh. Contohnya roman berjudul Belenggu karya Armijn Pane yang saya kategorikan sebagai fiksi serius karena roman ini sedikit sulit dimengerti, dari penggunaan bahasanya, Armijn Pane menggunakan sebagian bahasa melayu. Permasalah pada roman tersebut juga sering berubah-ubah membuat pembaca sedikit kesulitan mengartikan pokok permasalahannya, cara mengarang beliau juga sedikit sugestif. Roman ini sering digunakan untuk penelitian sastra, sesuai dengan ciri-ciri fiksi serius yang mengharuskan kita benar-benar konsentrasi pada bahan bacaan yang sedang dibaca. Berikut sinopsis Roman Belenggu.
Sukartono menikah dengan seorang yang cantik dan cerdas bernama Sumartini. Sebenarnya keduanya tidak saling mencintai, karena memiliki kepentingan masing-masing, akhirnya keduanya sepakat untuk menikah. Sukartono merasa bahwa Sumartini adalah orang yang cocok untuk mendampingi hidupnya. Dia menikahi Sumartini karena kecantikan dan kepandaianya. Sumartini menikahi Sukartono dengan alasan dia ingin melupakan masa lalunya. Tak lama setelah membina rumah tangga, ternyata kehidupan mereka tidak harmonis. Mereka sering bertengkar dan cekcok, bahkan saling diam tanpa komunikasi. Sukartono adalah seorang dokter yang menjunjung tinggi pekerjaanya. Dia bekerja disiplin tanpa kenal lelah demi pasienya. Dia juga seorang dokter yang dermawan karena sering membebaskan bayaran bagi pasienya yang tidak mampu. Ternyata pengabdian Sukartono pada pekerjaanya telah membuat dia lupa pada kehidupan rumah tangganya. Sumartini merasa diabaikan dan beranggapan bahwa suaminya lebih mencintai pekerjaan daripada dirinya, seakan tidak pernah ada waktu komunikasi dalam rumah tangga. Hari-hari mereka sering dilalui dengan pertengkaran. Sukartini merasa tidak memiliki hak di hadapan Sukartono. Itulah yang memicu pertengakaran di antara mereka, sepertinya tiada hari yang dilalui tanpa pertengkaran.
Waktu pun berlalu, suatu hari Sukartono menerima telpon bahwa ada seorang pasien yang sakit keras. Dia lalu diminta menemui pasienya di suatu hotel. Sukartono pun memenuhi panggilan pasien tersebut. Setelah sampai di hotel, Sukartono kaget bahwa pasienya adalah Rohayah yang merupakan teman sekolah dan sahabat masa kecilnya. Rohayah menceritakan bahwa dia dipaksa kawin oleh orang tuanya. Dia tidak cocok hidup dengan suaminya.
Akhirnya dia pindah ke Jakarta dan memutuskan menjadi janda. Sebenarnya Rohayah secara diam-diam telah jatuh hati pada Sukartono. Itulah yang membuatnya mencari keberadaan Sukartono. Setelah bertemu, Rohayah kemudian melancarkan seranganya dengan memberikan rayuan-rayuan dan pujian kepada Sukartono. Semula Sukartono tidak terpengaruh dengan rayuan Rohayah. Tetapi setelah dirayu terus-menerus akhirnya dia jatuh juga pada rayuan Rohayah. Sukartono merasa bahwa dengan Rohayah dia bisa menemukan ketenangan hatinya yang tidak bisa dia peroleh bersama Sumartini.
Keharmonisan hubungan Sukartono dengan Rohayah akhirnya tercium juga oleh Sumartini. Dia marah dan jengkel, kemudian pergi ke hotel tempat Rohayah menginap untuk memberikan caci maki dan menumpahkan amarahnya.
Setibanya di hotel, perasaan marah Sumartini luluh juga oleh kelembutan hati dan keramahan Rohayah. Setelah pulang dari hotel tempat Rohayah menginap, Sukartini berintrospeksi diri. Dia merasa telah berlaku kasar pada suaminya dan tidak bisa memberikan rasa kasih sayang seperti yang diinginkan suaminya. Dia lalu memutuskan untuk berpisah dengan Sukartono.
Pada mulanya Sukartono tidak mengijinkan keputusan Sumartini, bahkan dia juga akan berusaha mengubah hidupnya untuk lebih perhatian pada Sumartini, tetapi karena kebulatan tekad Sumartini, akhirnya Sukartono tak kuasa juga untuk mencegahnya, mereka pun secara resmi berpisah. Hati Sukartono pun gundah. Dia merasa sedih dengan perceraian tersebut. Penderitaanya bertambah ketika mengetahui bahwa Rohayah telah pindah dan meninggalakan sebuah surat yang menyatakan perasaanya pada Sukartono.
Pada akhirnya Sukartono mengabdikan diri pada sebuah panti asuhan. Di tempat tersebut dia merasa mendapatkan ketenangan batinya karena bisa membantu orang lain.